Lapang di Pagi Hari

Pagi ini sama seperti biasanya. Berangkat naik motor, pukul 5.45, dan lewat jalan berlubang. Namun satu hal yang berkesan adalah saat melewati jalan yang kanannya ada galian PLN dan kiriny galian gorong-gorong. Kebayangkan sempitnya. Dalam kondisi normal saja dua mobil berpapasan harus pelan-pelan dan ada yang mengalah.

Sewaktu melewati jalan itu, saya berpapasan dengan mobil sedan hitam. Langsung terpikir siapa yang akan mengalah dan jika saya harus mengalah, mau muter kemana. Belum keluar jawabannya dalam pikir. Mobil sedan tersebut sudah memutar stir ke kiri, sehingga sebagian badannya berada di atas gundukan tanah. Posisi mobil tentu menjadi miring. Setelah itu saya pun lewat dan mengangkat tangan tanda terima kasih. Sang sopir pun membalas dengan mengangkat tangan, tidak dengan klakson seperti kebanyakan pengemudi lainnya.

Subhanallah, sudah jarang saya temukan pengendara seperti ini. Mau mengalah dalam hal kecil dan sopan. Apalagi di pagi yang biasanya setiap orang sudah sibuk dengan perkara masing-masing. Hal-hal kecil seperti inilah yang sering dilupakan manusia. Padahal siapa yang tahu, kalo ternyata senyum, salam, teguran, bantu nyebrang, dan hal kecil lainnya itu ternyata membawa keberkahan dan Ridho Allah pada si pelaku. Semoga kita senantiasa berbuat baik walau pada sesuatu yang dianggap spele.

“Jangan kalian meremehkan sedikitpun tentang kebaikan, meskipun hanya dengan memperlihatkan wajah yang manis saat bertemu dengan saudaramu.” (HR. Bukhori).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: