Celoteh Malam Itu

Pertemuan, perbincangan. Cukup lama saya rindukan ketika kita sama-sama bercerita kembali, akan sebuah mimpi dan masa indah yang sangat potensial diraih. Memetakan sumber daya dan kesempatan. Tertata rapi dalam barisan untaian masalah dan harapan. Tersusun dan saling terhubung. Timbun menimbun, hapuskan yang gagal dan ciptakan yang baru, dengan harapan lebih baik.

Tak luput kisah-kisah pendahulu kita. Militansi, periodisasi, hingga akhirnya prestasi. Kondisi saat ini adalah buah dari guratan yang telah mereka torehkan. Mereka yang dahulu (mengaku) biasa, kini tak hanya biasa. Prestasi mereka bukan lagi kicauan, tapi bukti yang bisa diteladani. Gaungnya tak lagi hanya di rumah kita. Tetangga pun iri katanya. Walau ada juga kisah mereka yang berbeda, pindah dunia, lain kesibukan. Namun, mereka tetap menghadirkan hikmah. Ya, Allah yang menjadikan kita hikmah.

Rasa bersalah terkadang muncul. Sejauh apa yang telah kita perbuat. Jelas tantangan zaman memang beda, tapi apakah kita telah melakukan teknik tepat terhadap zamannya seperti pendahulu kita pada zaman mereka pula? Kita tetap miliki potensi, kita tetap bisa berprestasi, karena kita adalah da’i. Sebaris kalimat menjadi penutup perbincangan kita. Menyisakan PR dan pekerjaan lainnya. Tak terasa tanggal pun segera berganti. Kami izin sebelum istrimu mengusir kami karena pertemuan malam ini. Semoga kita juga menjadi kisah indah suatu saat nanti.

@rumah seorang sahabat,
12 syawal 1433 H

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: