Foke – Nara

Kemacetan:

Perbaikan sarana transportasi darat, pembatasan angkutan berat di tol kota, penerapan parkir off street, JLNT, electronic road pricing

Banjir:

Master plan kawasan pantai utara Jakarta, pengerukan Kanal Banjir Timur, waduk

Premanisme:

Kerja sama dengan Polda Metro

Mall & minimarket:

Mengacu Perda No. 2 tahunn 2012

Pedestrian:

Gandeng LSM, pelebaran dan peninggian Pedestrian

Transportasi massal:

Feeder Busway, Pembangunan koridor Busway

Ormas anarkis:

Kerja sama dengan aparat

Pendidikan:

Wajib belajar 12 tahun, BOS dan BOB

Museum:

Renovasi

HendarjiReza

Kemacetan:

Integrasi Busway dengan anggkotan lain, meremajakan angkutan umum, monorel dan subway

Banjir:

Revitalisasi sungai, penghijauan tepi sungai, waduk Cengkareng, KBT dan KBB

Premanisme:

Melakukan pemerataan pembangunan sebagai penyebab premanisme

Mall & minimarket:

Meninjau ulang pembangunan Mall, dan mengembangkan pasar tradisional

Pedestrian:

Tempat untuk PKL agar tidak jualan di jalan, Melebarkan dan meninggikan pedestrian

Ormas anarkis:

Dialog dan pertemuan

Pendidikan:

Gratis 12 tahun

Jokowi – Ahok

Kemacetan:

Kerja sama dengan pemerintah sekitar Jakarta (bentuk otoritas pelayanan tranportasi Jabodetabek), Busway diganti Railbus, perbanyak armada angkutan umum, ganti metro, kopaja dkk dengan yang lebih layak, monorail dan MRT, electronic raod pricing dan peraturan sebagai pembatasan kendaraan pribadi

Banjir:

Pembangunan folder tiap kecamatan/kelurahan, membeli daerah tangkapan air, kerja sama dengan pemerintah sekitar (otoritas pengelolaan sungai), integrasi saluran drainase

Premanisme:

Pendekatan social (didatangi dan diajak bicara)

Mall & minimarket:

Mall khusus kaki lima, revitalisasi pasar tradisional

Pedestrian:

Melihat kondisi lapangan dulu

Ormas anarkis:

Intervensi social dengan pendekatan kelompok

Pendidikan:

Menyipakan kartu khusus bagi anak kurang mampu

Museum:

Renovasi dan restorasi

Kesehatan:

Memperpendek birokrasi SKTM dan Kartu Sehat, pusat kesehatan masyrakat di pasar-pasar

Hidayat – Didik

Kemacetan:

MRT, double track bagi kereta api, monorail, menurunkan tariff tol dalam kota, meningkatkan pajak kendaraan bermotor, pembatasan jumlah kendaraan bermotor, tariff murah dalam system tranportasi Jakarta, meniadakan angkutan umum kecil

Banjir:

“Gerakan 4 Juta Biopori”, infrastruktur modern pengendalian banjir, system kanal, penataan kanan-kiri bantaran kali, system penyerapan lingkungan rumah tangga, kerja sama di sector hulu dan hilir

Premanisme:

Paradigma, Jakarta sebagai kota yang business friendly

Mall & minimarket:

System perizinan mall, membuka akses pemodalan dan pasar untuk pedagang kecil dan UKM

Pedestrian:

Jalur pejalan kaki

Transportasi massal:

Pengoptimalan, maksimalisasi TransJakarta, kopaja dan metro diperbaiki

Ormas anarkis:

Melihat permasalahan di lapangan

Pendidikan:

Gratis 12 tahun

Kesehatan:

Pemberdayaan system puskesmas, meningkatkan asuransi kesehatan, system pengawasan program kesehatan

Faisal – Biem

Kemacetan:

Penerapan 1 tiket untuk seluruh tranportasi masal, jadwal transportasi masal yang akurat, penghentian perijinan angkutan umum yang tidak masuk trayek, pengurangan kerndaraan yang tidak memadai, lahan parkir di beberapa titik

Traffic management (ERP, Pajak Progresif, pengaturan lampu, CCTV, membuka jalan yang digunakan PKL)

Banjir:

Badan pengurus sungai terpadu, revitalisasi, kerjasama Jabar Banten, relokasi penghuni bantaran ke rusun, ruang terbuka hijau, insentif bagi bantaran, hentikan reklamasi, hutan bakau, tanggul raksasa

Premanisme:

Aparat menindak tegas, perbanyak kegiatan positif di pemukiman

Mall & minimarket:

Audit (perizinan, amdal, lalulintas), penghentian sementara, PD pasar jaya membangun pasar rakyat, mengurangi jumlah minimarket

Pedestrian:

Mendesain lebih nyaman, membangun ruang kaki lima

Transportasi massal:

Maksimalisasi TransJakarta, kopaja dan metro diperbaiki

Ormas anarkis:

Aparat menindak tegas

Pendidikan:

Gratis 12 tahun, mengurangi anggaran pendidikan di luar kegiatan kurikulum

Museum:

Restorasi dan otoritas khusus, bus gratis untuk sekolah ke museum, replica museum di Mall

Alex – Nono

Kemacetan:

Perbaikan angkutan umum, pendistribusian penjualan kendaraan pribadi, Melanjutkan (koridor Busway, MRT, monorail), peningkatan daya angkut KA, Integrasi

Banjir:

Resapan di hulu, sumur resapan di Gedung, Ruang terbuka Hijau (RTH)

Premanisme:

Badan intelejan daerah dan undang-undang

Mall & minimarket:

Keseimbangan eksosbud

Ormas anarkis:

Koordinasi dengan aparat

Pendidikan:

Gratis 12 tahun

Kesehatan

Bebas biaya kesehatan masyarakat tidak mampu melalui data e-KTP

diperingkas, sumber dari TII (lihat gambar diatas)

Comments on: "Visi Misi dan Program Cagub Cawagub Jakarta 2012" (2)

  1. Muhammad Amin said:

    Dukung Bang Doly jadi Gubernur Jakarta masa depan!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: