Pornografi, salah satu senjata abadi Syaitan. karena ujung2 zina dan kehancuran moral (akhlak) T.T

Blog Abu Umamah™

Share dari tulisan salah seorang ikhwan di Kaskus….

Baca sampai akhir gan, bikin merinding

Sering kita dengar kalau Bahaya Pornografi itu adalah merusak otak, mengacaukan pikiran, membuat malas. Just it ??? Ahhhhhh….. saya belum merasa belum puas dengan semua penjabaran itu. Saya butuh yang lebih ekstrim penjabarannya. Setelah mencari – cari beberapa referensi dan mendengarkan ceramah orang, yang tak kunjung menghilangkan dahaga penasaran itu,…… akhirnya saya sekarang tahu Bahayanya Pornografi Bagi Siapapun pecandunya ! Dan sekarang saya ingin berbagi kepada anda.

Saya yakin penjabaran saya akan menjelaskan secara krusial, intinya bahaya pornografi itu apa !

Jadi saya mohon banget perhatian anda sebentar !

Jadi kalau lagi chatting sambil ngakak-ngakak, lagi facebukan untuk ngomentarin status-status teman, lagi download lagu dan film, atau lagi ngeliat-ngeliat gambar…. Plise………. STOP dulu !!!

Baca artikel ini sampai selesai. Baru anda boleh melanjutkan kegiatan anda tadi. Oke ???

View original post 2,820 more words

Advertisements

Hasan-al-Banna-1

Sebelum tanggal 22 MARET 1946 Indonesia selalu diklaim Belanda sebagai masalah dalam negeri negara penjajah itu. Belanda tetap mengklaim Indonesia sebagai wilayah jajahannya.

Sebelum 22 MARET 1946 belum lengkap syarat negara Indonesia secara de jure walaupun secara de facto Indonesia sudah berdiri sejak 17 Agustus 1945. Read the rest of this entry »

Hope

Nabi Adam belum tahu kapan dan dimana akan dipertemukan kembali dengan belahan jiwanya saat pertama diturunkan ke bumi,

Nabi Nuh AS. belum tahu banjir akan datang ketika ia membuat kapal dan malah ditertawakan kaumnya,

Nabi Musa AS. belum tahu laut akan terbelah saat dia diperintahkan memukulkan tongkatnya,

Nabi Ibrahim AS. belum tahu akan tersedia domba ketika pisau nyaris memenggal buah hatinya,

Ibunda Hajar belum tahu dimana sumber air dan makanan saat ditinggalkan Suaminya di tempat yang gersang,

Nabi Muhammad SAW pun belum tahu kalau Madinah adalah Kota yang akan menjadi pusat tersebarnya Ajaran yang dibawanya saat Beliau diperintahkan berhijrah, hingga akhirnya datang Kemenangan di Kota Mekah.

Yang Mereka tahu adalah bahwa Mereka harus tetap berusaha, patuh pada Perintah Allah SWT, dan tanpa berhenti berharap yang terbaik. Dibalik ketidaktahuan kita, Allah telah menyiapkan Surprise saat kita menunaikan Perintah-Nya.

So, Never Give Up! Do Your Best!

Kalaupun hasil yang kita usahakan jauh dari harapan atau bahkan menyakitkan, Jangan sedikitpun berkecil Hati. Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

 

berharap dan berusaha

Cari Makan

“cari makanan halal disana gampang ga kres?”

Sebuah pertanyaan yang terlontar saat ngobrol dengan teman seangkatan seinstansi dari Pulau Borneo. Jika kita melihat di televisi ada acara mengenang sekian hari berpulangnya UJe, ya selama itu pula kami telah berada di tanah rantau. Memang, sehari sebelum Ustadz yang dikenal dengan julukan Ustadz Gaul itu dikabarkan meninggal, kami seangkatan sudah harus setor muka ke tempat baru, penempatan pertama. Saling cerita dan tukar kabar menjadi kegiatan yang hampir rutin dilakukan setiap hari, tambah lagi saat ini sudah banyak aplikasi yang membuat jarak seolah tak berarti. Read the rest of this entry »

Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok,

Read the rest of this entry »

Indonesia Kita

Oleh Deta & Kresna

Do=G

Intro: G D Em C (2x)

Verse 1:

rindu menyentuh, kabar tentangmu

kalian semua sahabatku

buang gundahmu, tepis ragumu

hadirkan semangat untukku Read the rest of this entry »

Kemesraan Ini

foto bersama DJKN

” kemesraan ini, janganlah cepat berlalu..”

Sebait syair lagu yang tidak asing lagi. Terlebih untuk yang lebih senior,, #ups. Hehe. Ya itulah yang mungkin saat ini dirasakan sebagian besar teman-teman di Unit masing-masing yang memiliki kantor vertikal, termasuk DJKN di dalamnya. Lagi penempatan nih. Hihi. Dimulai dari saat-saat kami berkenalan dengan Instansi yang memiliki inisial persis dengan nama saya ini, hingga puncaknya malam ini kami berhasil kembali ke Jakarta dengan selamat dari Pendakian Umum di Papandayan.

Tak terasa, setahun lebih telah berlalu. Berbagai peristiwa telah silih berganti mengisi di setiap waktu yang bergulir dengan status kami sebagai magang-ers di Instansi ini. Saya akui, pada awalnya kami belumlah kompak, atau mungkin saya yang belum ‘mengompakkan diri’. Hehe. Namun, perlahan tapi pasti, rasa kekeluargaan ini muncul. Read the rest of this entry »